Tulisan ini menyoroti tentang menjadi orang tua tunggal dalam sebuah rumah tangga tentu saja tidak mudah dan berat. Baik pria maupun wanita, tentu sangat berat mengalami ditinggal pasangan apalagi seorang wanita atau ibu. Dengan menggunakan langkah-langkah metodologis tafsir feminis yang dikembangkan oleh Fiorenza terhadap teks Kejadian 21:8-21. Melalui kajian tersebut diperoleh bahwa Hagar adalah potret seorang ibu yang sangat tangguh dan ia adalah korban dari sistem patriakhi yang mendominasi dan tidak adil terhadap perempuan. Dan hal ini pun yang terjadi pada konteks sekarang ini. Karena itu, peran gereja menjadi penting dan berarti dalam upaya mengubah teologi dan pandangan masyarakat tentang perempuan.
Copyrights © 2021