Cabai merah termasuk ke dalam kelompok sayuran unggulan nasional yang menjadi perhatian pemerintah Indonesia saat ini. Kendala yang sering terjadi pada budidaya cabai diantaranya, penggunaan pupuk yang kurang tepat dan banyaknya tanah yang bersifat marginal. Salah satu tanah yang bermasalah adalah tanah podsolik. Tanah podsolik memiliki kandungan hara yang rendah. Pemberian unsur hara yang dapat digunakan untuk meningkatkan unsur hara pada tanah adalah JAKABA yang dibuat dari hasil peraman air limbah cucian beras atau yang disebut dengan air leri. Tujuan penelitian (i) menentukan pengaruh pemberian JAKABA pada budidaya cabai merah di lahan podsolik, (ii) menentukan konsentrasi terbaik pemberian JAKABA pada budidaya cabai merah di lahan podsolik. Penelitian dilaksanakan di Desa Sumanggi Seberang Kecamatan Batang Alai Utara Kabupaten Hulu Sungai Tengah Provinsi Kalimantan Selatan bulan Juni-September 2022. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK), faktor yang diuji adalah konsentrasi JAKABA sebanyak 5 taraf, yang terdiri dari p1 = 0 ml/l per petak; p2 = 100 ml/l per petak; p3 = 300 ml/l per petak; p4 = 500 ml/l per petak dan p5 = 700 ml/l per petak. Pemberian JAKABA pada tanaman cabai merah di lahan podsolik tidak berpengaruh terhadap semua variabel pengamatan.
Copyrights © 2023