Jurnal Efata: Jurnal Teologi dan Pelayanan
Vol 7, No 2: Juni 2021

Ajaran tentang Pembenaran menurut Paulus dan Yakobus, serta Signifikansinya bagi Pemahaman Soteriologis

Suyadi Tjhin (Sekolah Tinggi Teologi Iman Jakarta)



Article Info

Publish Date
30 Jun 2021

Abstract

This article intends to provide Christian insight regarding the teachings of Paul's and James' justification, and its significance for Christian understanding. The main data of this research is literature study with qualitative methodology through Integrative Critical Analysis (ICA) approach, and descriptive exegesis analysis. The ICA's approach is carried out in connection with the many issues on this topic, for that it is analyzed according to context, doubted, justified, and looking for objectivity by referring to exegesis and descriptive Scripture. The results found by Paul and James are not contradictory, each writing is based on context, Paul writes because of the teachings (Judaism), James writes for Christians who claim to believe without deeds. Its significance is to remember that many Christians have non-Christian backgrounds before with the concept of salvation through good works; the existence of a church teaching salvation through faith plus spiritual gifts, sacraments, or rituals; a Christian person who knows salvation through faith but in certain circumstances doubts his salvation because of the feeling of the consequences of mistakes that occur in his life. AbstrakArtikel ini bermaksud memperlengkapi wawasan umat Kristiani berkenaan ajaran  pembenaran Paulus maupun Yakobus, dan signifikannya bagi  pemahaman umat Kristiani.  Data utama penelitian ini ialah studi pustaka dengan metodologi kualitatif melalui pendekatan Integrative  Critical  Analysis  (ICA),  dan analisis deskriptif interpretatif. Pendekatan ICA dilaku-kan sehubungan banyaknya isu tentang topik ini, untuk itu  dianalisis sesuai konteks, diragukan, dijustifikasi, dan mencari objektifitas  dengan mengacu pada eksegesis dan deskripsi  Alkitab. Hasil yang ditemukan Paulus dan Yakobus tidaklah kontradiktif, masing-masing menulis berdasarkan konteks, Paulus menulis karena adanya ajaran (Yudaisme), Yakobus menulis untuk umat Kristen yang mengklaim beriman tanpa adanya perbuatan. Signifikansinya ialah meng-ingat umat Kristiani banyak yang berlatarbelakang non Kristen sebelumnya dengan konsep keselamatan via perbuatan baik; adanya gereja mengajarkan keselamatan melalui iman plus karunia rohani, sakramen, atau ritual; pribadi umat Kristiani yang tahu keselamatan melalui iman namun dalam keadaan tertentu meragukan keselamatannya karena perasaan dari akibat kesalahan yang terjadi dalam hidupnya.

Copyrights © 2021






Journal Info

Abbrev

efata

Publisher

Subject

Religion Humanities

Description

Jurnal EFATA merupakan wadah publikasi online hasil penelitian para dosen di Sekolah Tinggi Teologi Iman Jakarta, pada bidang teologi dan pelayanan Kristiani. Jurnal EFATA diterbitkan oleh Sekolah Tinggi Teologi Iman Jakarta, dengan Focus and Scope adalah: 1. Teologi Sistematika 2. Teologi Biblika ...