Telur puyuh memiliki kandungan protein yang sangat tinggi. Salah satu upaya untuk mengawetkan telur segar diantaranya membuang bau amis telur, mencegah masuknya mikroba yang menyebabkan pembusukan serta menciptakan rasa yang khas yaitu dengan cara pengasinan. Cara yang dilakukan masyarakat yang mempunyai usaha pembuatan telur asin masih menggunakan cara tradisinal, yaitu pengasinan menggunakan adonan bata merah yang dibumbuhi garam ataupun merendam telur dengan larutan garam, dengan cara tersebut membutuhkan waktu proses penggaraman yang memakan waktu 7 sampai 10 hari. Untuk mempercepat proses penggaraman telur asin diperlukan penambahan proses inkubasi dengan suhu 40ᴼC - 50ᴼC didalam kotak pemanas, namun dengan cara ini hasil yang dicapai masih belum maksimal. Hal ini disebabkan suhu pada proses inkubasi masih kurang stabil, karena suhu lingkungan sekitar juga sangat berpengaruh pada proses inkubasi. Maka dari itu dibuatlah sistem pengendali suhu dan kelembapan pada mesin telur asin menggunakan mikrokontroler arduino uno, sensor DHT22 untuk pendeteksi sekaligus pengendali suhu dan kelembapan didalam kotak inkubasi dan fan dc untuk mengurangi suhu jika terlalu panas, lcd untuk menampilkan suhu dan kelembapan dan lampu sebagai sebagai pemanasnya. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini adalah proses penggaraman yang ditambahkan dengan proses inkubasi melalui pengendali suhu menggunakan mikrokontroler didapatkan hasil telur asin yang lebih masir hanya dengan 1 hari proses penggaraman.
Copyrights © 2023