For this study it was used 12 pieces of grain salted crocodile skin of 11 up to 14 inch width. All of the crocodile skin were process up to pickling with the same way. Furthermore pickled crocodile skins were process up to pickling with the same way. Furthermore pickled crocodile skins and was done twice. The wet blue output from the research was visual investigated for the coulor using staning scale method. For comparition it was used pickled crocodile skins. Statistical analysis pints out that there is unsignify difference (P<0.05) the influence of the used of basic chrome sulphate to the colour of wet blue crocodile skins. Practical meaning of the research is, for tanning of crocodile skins to the wet blue, it is used 1.5% basic chromium sulphate.    INTISARI  Untuk penelitian ini menggunakan 12 lembar kulit buaya yang diawet garam dengan lebar 11 sampai dengan 14 inci. Semua kulit buaya diproses sampai dengan pengasaman dengan cara yang sama. Selanjutnya kulit buaya yang telah diasamkan disamak menjadi âwet blueâ menggunakan krom sulfat basa yang bervariasi dari 1,5%; 2,0% dan 2,5%. Setiap perlakuan menggunakan dua lembar kulit buaya yang dikerjakan dua kali. Kulit âwet blueâ yang dihasilkan dari penelitian diamati secara visual mengenai warnanya menggunakan metode âstaining scaleâ. Sebagai pembanding digunakan kulit buaya yang diasamkan. Analisa statistik menunjukkan bahwa tidak ada beda nyata (P ⤠0,05) pengaruh penggunaan krom sulfat basa terhadap warna kulit âwet blueâ buaya. Arti praktis penelitian ini adalah untuk menyamak kulit buaya menjadi kulit âwet blueâ digunakan 1,5% krom sulfat basa.Â
Copyrights © 1992