Latar Belakang: Penyakit jantung membunuh orang sebanyak 17 juta setiap tahunnya, walaupun sebetulnya penyakit jantung yang mematikan tersebut dapat diterapi maupun dicegah (WHO, 2000). Salah satu terapi yang diberikan pada penderita penyakitjantung koroner adalah Operasi Bedah Pintas Koroner. Manfaat pemberian Terapi Latihan pada penderita pasca operasi bedah pintas koroner telah banyak dipublikasikan, namun demikian jenis latihan manakah yang dapat memberikan manfaat pada kelompok penderita tersebut masih diperlukan investigasi lebih lanjut. Tujuan: Untuk mengetahui manfaat latihan pembebanan terhadap jarak tempuh tes jalan enam menit pada penderita pasca operasi bedah pintas koroner fase I. Metode: Rancangan penelitian ini adalah two groups pre and post test design. Pada kelompok perlakukan, mereka mendapatkan terapi dasar sesuai dengan protokol dari rumah sakit (Latihan peregangan, latihan dengan menggunakan sepeda statik dan latihan jalan) ditambah dengan latihan pembebanan, sedang pada kelompok kontrol hanya mendapatkan terapi dasar saja. Analisa Data: Data dikumpulkan dari pengukuran jarak tempuh pada tes jalan enam menit, kemudian diolah dengan menggunakan SPSSÂ 11 dan dilakukan analisa uji beda. Hasil: Jarak tempuh pada tes jalan enam menit menunjukkan adanya perbedaan antara sebelum perlakuan dan sesudah perlakuan baik pada kelompok I (perlakuan) maupun kelompok II (kontrol), namun demikian rata-rata jarak tempuh pada tes jalan enam menit pada kelompok I lebih besar secara bermakna (p=0,002) dibandingkan dengan kelompok II. Kesimpulan: Pemberian penambahan latihan pembebanan pada terapi standar program rehabilitasi jantung fase I pada penderita pasca operasi bedah pintas koroner bermanfaat untuk meningkatkan jarak tempuh pada tes jalan enam menit.Kata Kunci: Latihan pembebanan, Pasca Operasi Bedah Pintas Koroner, Tes Jalan Enam Menit
Copyrights © 2007