Risiko ergonomis dapat terjadi kapan dan dimanapun, terutama pekerja yang menggunakan komputer tidak sadar bahwa rutinitasnya berisiko, karena kegiatan berulang dan waktu yang lama. Karyawan pada departemen keuangan dan akutansi serta departemen pelayanan pelanggan merasakan keluhan muskuloskeletal dari pekerjaan yang dilakukan, seperti stres pada bagian leher dan bahu, hal ini dapat dikurangi dengan mengidentifikasi postur tubuh karyawan pada saat bekerja sehingga diketahui kondisi dan keluhan yang dirasakan. Jika berisiko dapat diambil tindakan untuk mengurangi risiko cedera. Metode ROSA merupakan metode pada office ergonomics yang didesain untuk menilai risiko postur kerja pada saat karyawan bekerja hingga memberikan respon tindakan. Hasilnya nilai akhir risiko yakni bernilai 2, artinya proses kerja berisiko ringan dan harus dipertahankan agar tidak terjadi risiko lanjutan. Perbaikan yang dilakukan untuk meminimalisir risiko ergonomis yakni dengan safety talk , penggunaan fasilitas kantor dengan maksimal hingga sosialisasi standar ergonomi di perusahaan.
Copyrights © 2023