Hasil studi PISA tahun 2015 menunjukkan bahwa kemampuan literasi matematika peserta didik di Indonesia masih rendah, yaitu berada pada posisi 64 dari 72 negara. Hal ini perlu menjadi perhatian, karena meskipun telah dilakukan pengembangan kurikulum oleh pemerintah dan tercatat sejak tahun 2000 – 2017 telah berganti sebanyak tiga kali, namun kenyataannya belum banyak perubahan yang dicapai, khususnya pada kemampuan literasi matematis peserta didik. Rendahnya kemampuan literasi matematis peserta didik dipengaruhi oleh rendahnya kualitas pembelajaran matematika. Pembelajaran dengan memanfaatkan ICT (Informastion and communication technologies) sebagai media sangat penting karena dilihat dari segi pengajaran maupun materi, keduanya mempengaruhi hasil dan minat peserta didik dalam belajar. ICT juga dapat membantu guru dalam menjelaskan materi-materi matematika yang bersifat abstrak sehingga mudah dipahami oleh siswa. Hasil dari beberapa penelitian menyatakan bahwa penggunaan ICT dalam pembelajaran matematika memberikan dampak positif terhadap kemampuan penalaran, komunikasi matematis, pemecahan masalah, dan koneksi matematis, dimana kemampuan-kemampuan tesebut termasuk ke dalam lima kompetensi pada literasi matematis. Sehingga secara tidak langsung, penggunaan ICT dalam pembelajaran matematika dapat meningkatkan kemampuan literasi matematis peserta didik.
Copyrights © 2018