Penelitian ini bertujuan untuk (1) menguji apakah kemampuan pemecahan masalah peserta didik yang menggunakan model Problem Based Learning dapat mencapai ketuntasan individual dan klasikal; (2) mendeskripsikan proses tindak lanjut yang tepat untuk peserta didik yang tidak dapat mencapai ketuntasan setelah memperoleh pembelajaran dengan model Problem Based Learning; (3) mendeskripsikan analisis hasil asesmen diagnostik dan pengajaran remedial pada pencapaian kemampuan pemecahan masalah matematika peserta didik dengan model Problem Based Learning. Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah One-Shot Case Study. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik purposive sampling. Kelas VII A SMP Empu Tantular Tahun Pelajaran 2016/2017 yang terpilih berdasarkan pertimbangan tertentu. Metode yang digunakan dalam penelitian adalah mixed methods concurrent embedded. Pengambilan data pada penelitian ini menggunakan metode tes (tes diagnostik dan sumatif), metode dokumentasi dan metode wawancara. Simpulan dari penelitian ini diperoleh bahwa kemampuan pemecahan masalah dengan asesmen diagnostik dan pengajaran remedial pada model Problem Based Learning dapat mencapai ketuntasan individual dengan nilai 70 dan ketuntasan klasikal lebih dari 75%. Kemudian deskripsi proses tindak lanjut bagi peserta didik yang tidak tuntas setelah memperoleh pembelajaran dengan model Problem Based Learning dengan pelaksanaan tes diagnostik dan pengajaran remedial. Sedangkan untuk deskripsi hasil analisis asesmen diagnostik dan pengajaran remedial pada pencapaian kemampuan pemecahan masalah diperoleh subjek penelitian dari 7 peserta didik masuk kelompok atas, 29 peserta didik masuk kelompok sedang, dan 4 peserta didik masuk kelompok kurang.
Copyrights © 2018