Kajian ini berisi mengenai literasi matematika untuk anak sekolah dasar luar biasa bagian C (Tuna Grahita). Literasi belakangan menjadi sangat popular di kalangan pendidikan dengan adanya gerakan literasi yang dikenal sebagai GLS (Gerakan Literasi Sekolah) yang diprakarsai oleh Kemendikbud Republik Indonesia. Salah satu kegiatan yang dilakukan dalam GLS (Gerakan Literasi Sekolah) adalah dengan kegiatan 15 menit membaca buku non pelajaran sebelum waktu belajar di mulai. Kegiatan tersebut dilakukan untuk menumbuhkan minat baca peserta didik serta meningkatkan keterampilan membaca agar pengetahuan dapat di kuasai secara lebih baik. Budaya membaca akan sangat berpengaruh terhadap literasi-literasi yang lain begitu pula dengan literasi matematika. Literasi matematika bertujuan untuk melatih dan membantu siswa mengenal peran Matematika di dunia nyata. Literasi matematika tidak hanya penting untuk anak normal tetapi juga anak yang berkebutuhan khusus yaitu anak yang memiliki tingkat kesulitan dalam mengikuti proses pembelajaran karena hambatan intelektual atau memiliki keterlambatan perkembangan dalam segala aspek kemampuan seperti anak tuna grahita. Anak tuna grahita dalam kesehariannya tidak lepas dari konsep-konsep matematika untuk itu literasi matematika sangat diperlukan oleh anak tuna grahita.
Copyrights © 2018