Siswa memiliki kecenderungan berpikir bahwa matematika merupakan hitung-hitungan semata. Anggapan seperti ini memang tidak salah, hal ini bisa didasari fakta bahwa sistem penilaian pada Ujian Akhir bidang matematika adalah ketrampilan siswa dalam menyelesaikan masalah perhitungan. Padahal pada matematika ada bagian yang namanya pembuktian, namun khusus di tingkat sekolah bagian ini sangan jarang diberikan. Hal ini didasari alas an tadi yitu pada sitem Ujian Nasional. Selain itu karena materi pembuktian tidak masuk pada Ujian Nasional, sehingga banyak guru yang beranggapan bahwa materi tersebut tidak perlu terlalu ditekankan dalam pembelajaran. Padahal kompetensi dasar yang secara tersurat menyebutkan langsung pembuktian sebagai salah satu kompetensinya adalah induksi matematika. Hal ini mengakibatkan siswa tidak terlalu tertarik untuk mempelajari pembuktian pada induksi matematika padahal kemampuan pembuktian dapat meningkatkan kemampuan penalaran siwa. Atas dasar tersebut penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan model Team Assisted Individualization (TAI) sebagai solusi alternatif untuk memecahkan masalah pada situasi tersebut. Jenis penelitian adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Subjek Penelitian adalah 35 siswa kelas XII MIPA 1 SMA N 7 Semarang Tahun Pelajaran 2017/2018. Instrumen pengambilan data meliputi lembar tes pembuktian induktif, lembar observasi, dan rubrik penilaian LTS. Analisis data meliputi penyederhanaan data dan deskripsi data. Materi yang terlibat adalah induksi matematika. Indikator Penelitian (i) rataan nilai aktivitas pembuktian pada LTS minimal 70, (2) rataan nilai tes pembuktian induktif minimal 70. Hasil penelitian menunjukan: (1) penerapan TAI siklus 1 dengan rata-rata nilai kemampuan pembuktian induktif 67,7. (2) penerapan TAI siklus 2 dengan rata-rata nilai kemampuan pembuktian induktif 75,78.
Copyrights © 2018