Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah kemampuan mahasiswa dalam mengkonstruksi bukti pada kelas yang menggunakan pembelajaran berbasis APOS lebih baik daripada mahasiswa pada kelas yang menggunakan pembelajaran langsung dan adakah pengaruh kemampuan awal mahasiswa terhadap kemampuan mahasiswa dalam mengkonstruksi bukti pada kelas yang menggunakan pembelajaran berbasis APOS. Populasi penelitian ini sebesar 157. Sampel diambil dengan teknik random sampling. Ukuran sampel 70 terbagi menjadi 2 kelas. Satu kelas dikenai pembelajaran berbasis APOS dan kelas yang lain dikenai pembelajaran langsung. Pembelajaran berbasis APOS dirancang berdasarkan dekomposisi genetik yang telah disusun. Desain penelitian ini adalah quasi eksperimen, non-equivalent Control-Group design. Data dikumpulkan dengan tes. Analisis data menggunakan uji–t dan regresi sederhana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa pada kelas yang menggunakan pembelajaran berbasis APOS mempunyai kemampuan mengkonstruksi bukti yang lebih baik daripada mahasiswa pada kelas yang menggunakan pembelajaran langsung. Terdapat pengaruh kemampuan awal mahasiswa terhadap kemampuan mahasiswa dalam mengkonstruksi bukti pada kelas yang menggunakan pembelajaran berbasis APOS sebesar 40,4%.
Copyrights © 2018