Sumber daya manusia yang bermutu merupakan faktor penting dalam pembangunan di era globalisasi saat ini. Pengalaman di banyak negara menunjukkan, sumber daya manusia yang bermutu lebih penting dari pada sumber daya alam yang melimpah. Disadari, daya saing bangsa Indonesia di tengah bangsa lain cenderung kurang menggembirakan. Salah satunya, tercermin dalam perbandingan Indeks Pembangunan Manusia (IPM). Sumber daya manusia yang bermutu hanya dapat diwujudkan dengan pendidikan yang bermutu, termasuk di dalamnya adalah penguasaan matematika dan pemahamannya secara holistik. Oleh karena itu, masyarakat dengan segala keunikan kecerdasan individunya harus memiliki kemampuan literasi matematika dan koneksi matematika yang memadai. Seseorang yang literate (melek) matematika tidak sekedar paham tentang matematika akan tetapi juga mampu mengunakannya dalam pemecahan masalah sehari-hari. Dalam hal ini literasi matematika dapat menumbuhkan kemampuan koneksi matematis. Masalahnya, kemampuan literasi matematika siswa Indonesia, dari hasil penilaian peringkat matematika secara internasionaal, sangat jelek dibandingkan dengan negara-negara lain. Terdapat sejumlah faktor determinan dari capaian literasi matematika tersebut, yaitu faktor personal, faktor instruksional, dan faktor lingkungan. Namun apakah literasi matematika itu? Apa sebenarnya koneksi matematika itu? Mengapa ia menjadi kompetensi yang penting bagi masyarakat saat ini? Bagaimana pendidikan matematika mampu meningkatkan SDM? Makalah ini mencoba menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut. Kajian ini untuk mengetahui dan mendalami teori yang mendukung peningkatan literasi dan koneksi matematis yang bermuara pada peningkatan SDM. Berdasarkan kajian tersebut dapat ditindak lanjuti dengan penelitian pengembangan perangkat pembelajaran matematika yang valid, praktis, dan efektif untuk meningkatkan literasi matematika dan koneksi matematika.
Copyrights © 2018