Tujuan penelitian ini adalah (1) menguji KPM pada model PBL dan DL tuntas individual dan klasikal, (2) mengetahui perbandingan KPM peserta didik pada pembelajaran model PBL dan DL, dan (3) mengetahui bagaimana KPM peserta didik berdasarkan nurturant effect kategori rendah dan tinggi. Subjek penelitian kualitatifnya adalah masing-masing diambil dua peserta didik dari kategori nurturant effect pada dua kelas yang menjadi sampel. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah mix method. Pengambilan data penelitian menggunakan dokumentasi, angket nurturant effect, tes, dan wawancara. Teknik keabsahan data digunakan triangulasi sumber data yaitu tes kemampuan pemecahan masalah dan wawancara. Hasil penelitian ini adalah KPM pada pembelajaran model BL dan DL mencapai ketuntasan individual dan klasikal, KPM peserta didik dengan model PBL lebih baik daripada model DL, dan KPM peserta didik nurturant effect kategori tinggi lebih baik daripada KPM peserta didik nurturant effect kategori rendah. Peserta didik dengan nurturant effect kategori tinggi mencapai kriteria baik pada setiap indikator KPM, sedangkan peserta didik dengan nurturant effect rendah mencapai kriteria baik pada indikator KPM pertama.
Copyrights © 2018