Kebutuhan literasi matematika merupakan hak asasi manusia dan sebagai bekal siswa di Indonesia agar mampu bersaing dengan siswa lain di berbagai negara. Dengan penguasaan literasi matematika, setiap siswa dapat merefleksikan logika matematis untuk berperan pada kehidupannya dan diharapkan mereka mampu membuat keputusan berdasarkan pola pikir matematis yang konstruktif sehingga mampu menghadapi permasalahan di dunia nyata. Secara umum model pembelajaran matematika di Indonesia belum menekankan kemampuan literasi matematika siswa, masih banyak ditemukan guru menggunakan model ekspositori yaitu guru menerangkan materi, memberikan contoh dan latihan soal sehingga siswa dilatih mengerjakan soal seperti mekanik atau mesin. Selain itu, penilaian yang dilakukan lebih menekankan pada penilaian akhir dan kurang memperhatikan proses, sehingga pembelajaran matematika kurang bermakna; lebih mengutamakan hafalan daripada pengertian. Selain itu, proses pembelajaran cenderung tektbook dan kurang terkait dengan kehidupan sehari-hari, akibatnya, siswa kurang menghayati atau memahami konsep-konsep matematika, dan siswa mengalami kesulitan untuk mengaplikasikan matematika dalam kehidupan sehari-hari. Berdasarkan permasalahan di atas maka diperlukan sebuah model pembelajaran yang dipandang tepat yang dapat menjembatani permasalahan tersebut yaitu model guided discovery learning pendekatan realistik berbantuan google drive yakni pembelajaran dimana siswa mengerahkan kemampuannya untuk menemukan dan mengembangkan sendiri pengetahuannya dan berorientasi pada matematisasi pengalaman sehari-hari untuk menerapkan matematika dalam kehidupan sehari-hari dengan google drive siswa dapat melihat materi/bahan tayang setiap saat. Dengan demikian, model guided discovery learning pendekatan realistik berbantuan google drive akan mempunyai kontribusi yang sangat tinggi pada kemampuan literasi matematika siswa.
Copyrights © 2016