Pemecahan masalah memegang peranan penting dalam pembelajaran matematika. Pelibatan metakognisi dalam pemecahan masalah juga menjadi hal pokok dalam menentukan keberhasilan pembelajaran matematika. Peningkatan kemampuan pemecahan dan metakognisi siswa tidak lepas dari proses pembelajaran yang diterapkan di dalam kelas. Model, teknik ataupun pendekatan yang digunakan dalam pembelajaran seharusnya berorientasi pada pembelajaran students centered, aktif, saling berinteraksi dan berpaham kontruktivisme yaitu siswa diberikan kesempatan untuk membangun pengetahuannya sendiri. Model pembelajaran Think Aloud Pair Problem Solving (TAPPS) salah satu model yang mampu meningkatkan kemampuan pemecahan masalah dan metakognisi siswa. Penelitian-penelitian terdahulu menunjukkan bahwa terdapat perbedaan kemampuan pemecahan masalah yang signifikan antara siswa yang dibelajarkan dengan TAPPS dengan siswa yang dibelajarkan dengan metode lainnya. Penelitian terdahulu juga menyimpulkan bahwa aktivitas metakognisi siswa bisa dikembangkan melalui pembelajaran TAPPS. Komponen-komponen metakognisi selama pemecahan masalah melalui TAPPS juga dapat dipolakan berdasarkan tingkat kemampuan pemecahan masalah. Siswa dengan kemampuan pemecahan masalah tinggi, mampu menggunakan komponen-komponen metakognisi secara sempurna. Sedangkan siswa dengan kemampuan pemecahan masalah sedang, menggunakan metakognisi dengan tidak sempurna dan tidak mampu mengoptimalkan setiap komponen metakognisi yang digunakan. Begitupun dengan siswa yang mempunyai kemampuan pemecahan masalah rendah, hanya melibatkan beberapa komponen metakognisinya dan tidak optimal.
Copyrights © 2016