BMAP adalah sebuah metode pembelajaran dimana guru memberikan soal yang membuat siswa berpikir kreatif dan mandiri. Implementasi BMAP mengacu pada sebuah protocol yang terdiri dari; memilih soal yang memuat permasalahan matematika, eksplorasi kemampuan siswa, klarifikasi dan tindak lanjut. BMAP menuntut guru untuk menjadi kreatif dengan mempersiapkan alternatif-alternatif cara pemecahan soal yang mengakomodasi kemungkinan-kemungkinan jawaban siswa. Dalam pengerjaan soal, guru tidak memberikan arahan dalam pemecahan masalah. Setelah siswa selesai mengerjakan, guru mengklarifikasi jawaban yang sudah dikerjakan siswa secara mandiri dengan cara mewawancarai. Tujuan dari artikel ini adalah untuk mengetahui implementasi metode BMAP dalam pembelajaran matematika. Artikel ini membahas cara berpikir peserta didik kelas X SMA Kolese De Britto dalam pemecahan masalah terkait peluang dengan mengimplementasikan metode BMAP. Metode BMAP cocok digunakan untuk pengayaan siswa. Penelitian ini termasuk jenis penelitian deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa mampu memberikan jawaban yang beragam dan menunjukkan cara pikir yang mandiri dan kreatif dalam permasalahan peluang. Selain itu, siswa mengaku bahwa dengan metode ini meskipun awalnya sulit, namun mereka dapat menemukan cara tersendiri dalam pemecahan masalah sehingga membuat mereka lebih mengingat tanpa harus menghafal langkah-langkah penyelesaian yang biasanya diberikan guru di awal.
Copyrights © 2016