Pembelajaran matematika dengan menerapkan model Problem Based Learning (PBL) dan penilaian Assesessment for Learning (AfL) merupakan salah satu upaya alternatif yang dapat memaksimalkan kemampuan pemecahan masalah matematika dan motivasi belajar siswa. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis: (1) ada perbedaan kemampuan pemecahan masalah matematika dan motivasi belajar siswa antara yang menggunakan model PBL dan model ekspositori, (2) ada perbedaan kemampuan pemecahan masalah matematika dan motivasi belajar siswa antara yang menggunakan AfL dan AoL, (3) ada interaksi antara model dan asesmen terhadap kemampuan pemecahan masalah matematika dan motivasi belajar, (4) pasangan model dengan asesmen apa yang memberikan nilai kemampuan pemecahan masalah matematika dan motivasi belajar siswa paling tinggi Kemampuan pemecahan masalah matematika dan motivasi belajar siswa dalam penelitian ini diuji secara terpisah. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen dengan desain faktorial 2x2. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VII semester genap SMPN 1 Mijen tahun ajaran 2015/2016. Sampel penelitian terdiri dari empat kelas (kelompok siswa). Teknik pengambilan sampel menggunakan multistage cluster sampling. Metode pengumpulan data menggunakan dokumentasi, tes, dan pengukuran dengan skala. Analisis data menggunakan uji proporsi,uji two ways anava, uji lanjut post hoc. Hasil penelitian menunjukkan: (1) kemampuan pemecahan masalah matematika dan motivasi belajar siswa yang menggunakan model PBL lebih baik dari model ekspositori, (2) kemampuan pemecahan masalah matematika dan motivasi belajar siswa yang menggunakan AfL lebih baik dari AoL, (3) ada interaksi antara model asesmen terhadap kemampuan pemecahan masalah dan motivasi belajar, (4) interaksi antara model PBL dengan AfL menghasilkan kemampuan pemecahan masalah matematika dan motivasi belajar paling baik.
Copyrights © 2017