Kemampuan statistis diperlukan untuk dapat menafsirkan dan memahami serta membuat keputusan yang baik untuk data-data statistik yang sering kita temui. Namun banyak mahasiswa yang memandang statistika sebagai mata kuliah yang menakutkan. Hal tersebut didasarkan karena dalam mengerjakan permasalahannya diperlukan kemampuan statistis yang cukup, mulai dari kemampuan dasar sampai kemampuan yang bersifat aplikasi. Mahasiswa yang memiliki kemampuan statistis rendah menjadi kurang berminat terhadap perkuliahan statistika. Salah satu dari kemampuan statistika tersebut adalah penalaran statistis. Penalaran statistis adalah kemampuan mahasiswa untuk membuat kesimpulan yang logis dari suatu masalah masalah dengan menggunakan konsep statistis melalui tiga tahapan yaitu: komprehensi, perencanaan dan pengambilan keputusan serta evaluasi dan interpretasi. Adapun metode penelitian yang digunakan adalah kuasi eksperimen dengan desain penelitian yaitu pretest-postest control group design. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan penalaran statistis mahasiswa yang perkuliahannya menggunakan modul berbantuan program R lebih baik dari pada mahasiswa yang memperoleh perkuliahan biasa baik untuk subkelompok rendah, sedang maupun keseluruhan. Namun pada subkelompok tinggi peningkatan kemampuan penalarannnya sama pada kelas eksperimen dan kontrol. Adapun pengaruh perkuliahan statistika dengan menggunakan modul berbantuan program R adalah tinggi pada sub kelompok sedang, rendah dan keseluruhan.
Copyrights © 2017