Pada hakekatnya matematika muncul dari kehidupan sehari-hari, sehinggaproses pembelajaran matematika diharapkan menggunakan pendekatan kontekstual . Siswa kelas IX SMP mengalami kesulitan dalam menyelesaikan soal yang berkaitan dengan geometri ruang, Akibatnya hasil ujian nasional SMP Negeri 4 Semarang tahun pelajaran 2013/2014untuk menyelesaikan volum bangun ruang hanya mencapai 58,97% sedangkan untuk menyelesaikan soal tentang luas bangun ruang hanya mencapai 63,25%. Permasalahan yang dikaji dalam penelitian tindakan kelas ini adalah apakah melalui implementasi model cooperative learning dengan pendekatan kontekstual dapat meningkatkan hasil belajar siswa?Sedangkan tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menganalisis peningkatan hasil belajar siswa kelas IX E SMP Negeri 4 Semarang tahun pelajaran 2014 / 2015 dalam materi pokok bangun ruang melalui implementasi Model cooperative learning dengan pendekatan kontekstual. Indikator keberhasilan dari penelitian ini adalah : siswa dianggap tuntas belajar jika mencapai skor ≥ 70 % sedangkan kelas dianggap tuntas belajar jika terdapat 85 % siswa mencapai skor ≥ 70 %. Hasil penelitian pada siklus1 ketuntasan belajar siswa adalah 68,18 % sehingga dianggap belum tuntas belajar dan keaktifan siswa adalah 69,17 %, sedangkan pada siklus 2 hasil penelitian menunjukan ketuntasan belajar siswa adalah mencapai skor 90,83 % sedangkanprosentasi keaktifan siswa mencapai 86,36 %. Dari penelitian ini dapat diperoleh simpulan bahwamelalui implementasi model cooperative learning dengan pendekatan kontekstual dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada materi bangun ruang. Saran para guru dalam melaksanakan pembelajaran juga diharapkan menggunakan model cooperative learning dengan pendekatankontekstual.
Copyrights © 2017