Pemecahan masalah merupakan aspek yang penting dalam pembelajaran matematika. Penelitian ini bertujuan untuk (1) menguji efektivitas pembelajaran TAPPS terhadap kemampuan pemecahan masalah siswa; dan (2) menganalisis pemecahan masalah siswa berdasarkan langkah-langkah pemecahan masalah Polya. Penelitian ini adalah penelitian mixed method dengan desain concurrent embedded. Pengumpulan data kuantitatif diperoleh dari tes kemampuan pemecahan masalah materi turunan dan pengumpulan data kualitatif dilakukan dengan wawancara berdasarkan hasil pemecahan masalah siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran TAPPS efektif terhadap kemampuan pemecahan masalah siswa. Siswa kelompok bawah melakukan pemecahan masalah dengan baik pada masalah dengan tingkat kesulitan rendah, adapun pada masalah dengan tingkat kesulitan sedang, siswa kesulitan dalam membuat rencana dan melaksanakan rencana, kemudian pada masalah dengan kesulitan tinggi siswa tidak mampu memahami masalah dan tidak membuat rencana tetapi membuat pelaksanakan rencana tetapi sebatas try and error. Siswa kelompok tengah memecahkan masalah dengan baik pada masalah dengan tingkat kesulitan rendah dan sedang, pada masalah dengan tingkat kesulitan tinggi siswa kesulitan dalam membuat rencana dan melaksanakan rencana sehingga membuat kesimpulan yang tidak sesuai. Siswa kelompok atas memecahkan masalah dengan baik pada setiap masalah yang diberikan, pada masalah dengan tingkat kesulitan tinggi siswa tidak menuliskan rencana yang digunakan tetapi mampu memecahkan masalah dengan baik.
Copyrights © 2017