Tingkat penggangguran terdidik, yaitu pengangguran lulusan perguruan tinggi kembali meningkat pada tahun 2016. Sebagai solusinya, diperlukan pendidikan yang mengusung nilai kewirausahaan. Matematika sebagai mata pelajaran yang diterima siswa dari jenjang prasekolah hingga perguruan tinggi, memiliki potensi untuk menyisipkan nilai kewirausahaan secara komperhensif. Pembelajaran berkelompok sebagai salah satu bentuk cooperative learning banyak dipakai pengajar sebagai sarana eksperimen dan pembelajaran biasa. Pembelajaran ini mengusung nilai kemandirian, kerjasama, dan kepercayaan diri bagi siswa yang merupakan sikap yang diperlukan bagi seorang wirausahawan. Namun tak selalu pembelajaran berkelompok menuai hasil positif. Dalam artikel berikut akan dikaji kendala pembelajaran berkelompok dan solusi teoritisnya. Tidak meratanya tingkat partisipasi dalam kelompok dan terbuangnya waktu dalam pembelajaran menjadi kendala yang sering terjadi. Berdasarkan beberapa hasil penelitian yang dikaji, penggunaan kelompok dengan sedikit anggota menjadi salah satu solusinya. Dengan sedikitnya anggota kelompok, diharapkan seluruh anggota dapat lebih berpartisipasi. Evaluasi secara berkelompok juga diharapkan dapat meningkatkan rasa kemandirian dan kerjasama. Namun, penelitian lanjutan secara lebih komperhensif sangat diperlukan ketika hal tersebut diterapkan pada siswa pada jenjang tertentu.
Copyrights © 2017