Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan berpikir kreatif siswa kelas VII pada pembelajaran matematika dengan model pembelajaran sinektik; serta membandingkannya dengan pembelajaran ekspositori. Model pembelajaran sinektik yang dimaksud dalam artikel ini adalah pembelajaran matematika yang dalam langkah-langkah pembelajarannya melibatkan penggunaan penalaran analogi untuk merangsang dan mendukung proses berpikir siswa untuk memperoleh solusi terhadap suatu masalah yang dihadapinya. Materi pembelajaran dalam penelitian ini adalah geometri, untuk sub materi sifat-sifat sudut yang terbentuk jika dua garis berpotongan atau dua garis sejajar berpotongan dengan garis lain. Penelitian dilakukan di kelas VII SMP Negeri 2 Jatibarang, Brebes, Jawa Tengah, Indonesia. Data kemampuan berpikir kreatif siswa diperoleh melalui tes tertulis dan metode analisis data menggunakan uji statistik. Berdasar hasil analisis data disimpulkan bahwa proporsi siswa yang diajar dengan model sinektik yang mencapai kriteria ketuntasan minimal lebih dari 75%; peningkatan kemampuan berpikir kreatif matematika siswa sebelum dan setelah mengikuti pembelajaran sinektik dalam kategori sedang; dan rata-rata kemampuan berpikir kreatif siswa yang mengikuti pembelajaran sinektik lebih baik dari pembelajaran ekspositori.
Copyrights © 2016