Tujuan utama pembelajaran matematika adalah pemecahan masalah, sehingga proses pemecahan masalah menjadi bagian penting dalam pembelajaran. Model pembelajaran berbasis masalah menyediakan sebuah struktur penemuan yang dapat membantu siswa belajar lebih mendalam dan mengarahkan siswa pada pemahaman yang lebih luas. Pemahaman tersebut diperoleh melalui interaksinya dengan masalah dan proses penyelidikan, sehingga akan menstimulus siswa untuk mengembangkan kemampuan kognitifnya. Salah satu kemampuan kognitif yang perlu dikembangkan adalah kemampuan berpikir kreatif. Ketika kemampuan berpikir kreatif berkembang maka akan melahirkan gagasan (ide), menemukan hubungan yang saling berkaitan, membuat dan melakukan imajinasi, serta mempunyai banyak perspektif terhadap suatu hal. Siswa yang memiliki kemampuan berpikir kreatif tinggi cenderung akan merasa tertantang dan tertarik untuk menyelesaikan berbagai masalah dalam belajar. Ketertarikan untuk menyelesaikan masalah ini juga menyebabkan munculnya rasa ingin tahu. Melalui rasa ingin tahu, belajar bukan sekedar mengetahui namun mengeksplorasi guna mengetahui lebih lanjut sehingga memberi makna atas apa yang diperoleh dalam proses belajar. Dalam pembelajaran, rasa ingin tahu sangat diperlukan untuk memperoleh hubungan konsep yang sudah dipelajari dan yang sedang dipelajari, sehingga dapat menyelesaikan masalah yang dihadapai. Dengan demikian, pembelajaran berbasis masalah menitikberatkan pada aktivitas penyelidikan yang dapat memunculkan kemampuan berpikir kreatif dan rasa ingin tahu. Oleh karena itu, model pembelajaran berbasis masalah dalam pembelajaran matematika dapat dijadikan salah satu alternatif solusi untuk mengembangkan kemampuan berpikir kreatif dan rasa ingin tahu dalam menyelesaikan permasalahan yang dihadapi.
Copyrights © 2016