Pemahaman tentang pembelajaran yang mengarah pada pembentukan literasi di Indonesia saat ini sudah banyak diprogramkan di sekolah, yaitu Gerakan Literasi Sekolah (GLS) yang dikembangkan oleh Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan guna mengembangkan sumber daya manusia melalui pendidikan. Kemampuan literasi peserta didik sangat penting dilakukan oleh guru, karena selama ini guru cenderung hanya mengembangkan keterampilan prosedural sehingga peserta didik mengalami kesulitan dalam memahami istilah atau bacaan teks untuk menyelesaikan masalah. Salah satu strategi membaca dalam pembelajaran matematika adalah model SQ4R (Survey, Question, Read, Reflect, Recite, Review) yang didukung oleh teori belajar Gagne. Karena menurut Gagne, belajar dapat dikelompokkan menjadi 8 tipe belajar, yaitu belajar isyarat, stimulus respon, rangkaian gerak, rangkaian verbal, membedakan, pembentukan konsep, pembentukan aturan, dan pemecahan masalah, kedelapan komponen ini relevan dengan tahapan pada teknik pembelajaran SQ4R. Hal ini disebabkan karena dalam teknik SQ4R terkandung penguasaan pembendaharaan kata dan pengorganisasian bahan ajar. Di samping penggunaan model pembelajaran tersebut penggunaan pendekatan realistik akan lebih menyempurnakan pembelajaran yang akan dilaksanakan. Karena pembelajaran melalui pendekatan realistik adalah suatu solusi dalam mereformasi pendidikan matematika di Indonesia. Jadi secara teoritis, dengan adanya pembelajaran SQ4R berpendekatan realistik diharapkan dapat meningkatkan kemampuan literasi matematika dalam pembelajaran.
Copyrights © 2019