Penelitian ini dilatar belakangi oleh hasil survei OECD 2015 yang menyatakan bahwa kemampuan matematika siswa Indonesia relatif rendah dibandingkan dengan negara lain salah satunya di bidang pemecahan masalah. Selain itu, seiring dengan berkembangnya era disrupsi siswa dituntut untuk memiliki kemampuan tingkat tinggi, kemampuan pemecahan masalah matematis merupakan salah satu kemampuan tinggi yang harus dimiliki siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kontribusi Model Osborn Simple Feedback pada pencapaian kemampuan pemecahan masalah matematis. Pemecahan masalah matematika merupakan pemecahan dalam matematika yang dianggap sebagai masalah oleh orang yang menyelesaikannya. Untuk mencapai kemampuan tersebut dilakukan pembelajan dengan model Osborn. Model Osborn merupakan model yang dapat digunakan untuk mendapatkan ide-ide atau gagasan siswa sebanyak mungkin dalam proses pembelajaran. Untuk lebih meningkatkan pencapaian kemampuan pemecahan masalah matematis siswa, pemberian Simple Feedback juga diperlukan. Simple Feedback adalah umpan balik yang hanya fokus pada satu komponen ketrampilan dalam satu waktu. Simple Feedback berisi kata kunci (keyword) yang menggambarkan aktivitas penyempurnaan dan dilakukan secara berulang selama proses pembelajaran. Berdasarkan hasil dari berbagai penelitian, diketahui bahwa Model Osborn Simple Feedback memiliki kontribusi pada pencapaian kemampuan pemecahan masalah matematis siswa.
Copyrights © 2019