Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan persentase ketuntasan belajar siswa secara klasikal pada kelas XII MIPA 1 SMA Negeri 9 Semarang tahun pelajaran 2018/2019 pada materi Statistika. Kelas XII MIPA 1 memiliki ketuntasan klasikal yang masih tergolong rendah, hal tersebut disebabkan oleh penerapan model pembelajaran yang kurang efektif, kegiatan diskusi kurang terkontrol dengan baik dan kegiatan diskusi masih didominasi oleh siswa yang berkemampuan lebih tinggi. Salah satu solusi alternatif dari permasalahan tersebut adalah penerapan model Problem Based Learning (PBL) dengan metode Tutor Sebaya. Kelebihan dari metode Tutor Sebaya yakni siswa yang pintar mendapatkan pengalaman sebagai tutor dan siswa yang ditutori akan lebih mudah dalam menerima pembelajaran. Jenis penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas yang dilakukan dalam dua siklus, terdiri dari tahapan perencanaan, pelaksanaan, observasi, evaluasi dan refleksi. Masing-masing siklus dilakukan dalam tiga pertemuan. Indikator keberhasilan penelitian ini adalah minimal 85% siswa pada kelas XII MIPA 1 memperoleh hasil belajar di atas Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM). KKM untuk pelajaran matematika pada kelas XII adalah 70. Hasil penelitian menunjukan bahwa terjadi peningkatan pada persentase ketuntasan klasikal siswa. Persentase ketuntasan belajar secara klasikal pada siklus I dan siklus II berturut-turut adalah 71,43 % dan 88,57%. Hasil yang diperoleh sudah mencapai indikator keberhasilan, sehingga dapat disimpulkan bahwa penerapan model Problem Based Learning (PBL) dapat meningkatkan persentase ketuntasan belajar siswa secara klasikal.
Copyrights © 2019