Artikel ini ditulis untuk mengetahui apakah kemampuan pemecahan masalah siswa pada Problem Based Learning (PBL) mencapai ketuntasan belajar klasikal dan deskripsi kemampuan pemecahan masalah siswa berdasarkan self regulation. Populasi dalam penelitian ini adalah salah satu SMPN di Kota Semarang. Penelitian ini menggunakan mix method. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai tes kemampuan pemecahan masalah siswa mencapai ketuntasan belajar klasikal. Subjek self regulation tinggi, sedang, rendah mampu memahami masalah namun cenderung mampu mengetahui yang diketahui dan E-22 kurang mampu mengetahui yang ditanyakan. Membuat rencana, subjek self regulation tinggi dan sedang mampu menggambar gambar, rendah kurang mampu. Mencari rumus, E-22 cenderung mampu dan E-6 kurang mampu. Mengidentifikasi subtujuan, E-8 dan E-22 cenderung mampu, E-14 dan E-29 kurang mampu, subjek self regulation rendah tidak mampu. Melaksanakan rencana, subjek self regulation tinggi mampu, sedang cenderung mampu, rendah kurang mampu. Mengecek kembali, E-8 dan E-22 cenderung mampu, E-29 tidak mampu, E-14 dan subjek self regulation rendah kurang mampu.
Copyrights © 2019