Pendidikan yang terus berkembang menuntut menghasilkan Sumber Daya Manusia yang berkualitas tinggi agar mampu berpikir kritis, kreatif, sistematis dalam memecahkan masalah serta memiliki akhlak yang baik. Kemampuan berpikir kritis merupakan salah satu kemampuan abad 21 yang harus dimiliki siswa untuk menghasilkan Sumber Daya Manusia yang berkualitas. Dalam TIMSS 2015 kemampuan berpikir kritis merupakan kemampuan untuk menganalisis dan mengevaluasi berbagai permasalahan dalam kehidupan sehari-hari. Kemampuan matematis harus diiringi dengan aspek psikologi untuk dapat menyelesaikan permasalahan dengan baik. Kepercayaan diri merupakan salah satu faktor yang dibutuhkan untuk mengoptimalkan kemampuan yang dimiliki siswa. Karena kepercayaan diri menurut TIMSS yaitu memiliki matematika yang baik, belajar matematika dengan pantang menyerah dan menunjukkan rasa yakin terhadap kemampuan matematika yang dimilikinya. Adversity Quotient merupakan kecerdasan dalam menghadapi kesulitan. Adversity Quotient diperlukan untuk menentukan kesuksesan individu. Adversity Quotient terbagi menjadi tiga jenis yaitu The Quitter, The Camper dan The Climber. Oleh karena itu tujuan dari penulisan kajian ini adalah untuk memaparkan kaitan kemampuan berpikir kritis dan kepercayaan diri berdasarkan Adversity Quotient siswa.
Copyrights © 2019