Matematika merupakan pengetahuan universal yang berperan dalam mengembangkan ilmu pengetahuan lain dan memecahkan masalah di kehidupan nyata. Menurut National Council of Teacher of Mathematics (NCTM) (2000), terdapat lima standar proses dalam pembelajaran matematika, salah satunya adalah koneksi. Pada pembelajaran matematika SMA, kemampuan koneksi matematika sangat diperlukan siswa yaitu pada mata pelajaran matematika itu sendiri, pada mata pelajaran selain matematika, maupun dalam memecahkan masalah di kehidupan nyata. Pemecahan masalah matematika memerlukan kemampuan koneksi matematika untuk dapat menghubungkan antar ide matematika guna mencari solusi masalah. Rasa percaya diri merupakan salah satu dari beberapa nilai karakter yang ditumbuhkan dalam pembelajaran. Untuk menghadapi suatu masalah diperlukan suatu sikap keyakinan atas kemampuan diri sendiri yang dikenal dengan istilah self-efficacy. Sikap ini dapat berpengaruh terhadap motivasi dan kinerja siswa pada pembelajaran matematika. Dengan demikian, kemampuan koneksi matematika dan self-efficacy memiliki peran penting dalam pembelajaran matematika. Diperlukan model pembelajaran yang dapat mendukung penggunaan kemampuan koneksi matematika dan self-efficacy dalam pembelajaran matematika yang disesuaikan dengan pembelajaran abad ke-XXI. Salah satu model pembelajaran tersebut adalah IDEAL Problem Solving berbantuan ICT. Model pembelajaran ini memiliki kelebihan lebih fleksibel dalam penerapannya. Selain itu, melalui penambahan penggunaan ICT diharapkan dapat membuat siswa lebih mudah untuk mengembangkan kemampuan koneksi matematika dan self-efficacy.
Copyrights © 2019