Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis: (1) ketuntasan klasikal pada Problem Based Learning (PBL) bernuansa etnomatematika, (2) peningkatan kemampuan pemecahan masalah matematis siswa pada pembelajaran PBL bernuansa etnomatematika dibandingkan pada pembelajaran konvensional, (3) perbedaan self efficacy siswa sebelum dan sesudah pembelajaran PBL bernuansa etnomatematika, dan (4) mendeskripsikan kemampuan pemecahan masalah matematis siswa dari tiap kategori self efficacy. Metode penelitian yang digunakan adalah mix method dengan desain penelitian concurrent embedded design. Pada penelitian kuantitatif menggunakan pretest-posttest control group design. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas VIII pada salah satu SMP di Kendal tahun ajaran 2018/2019. Dengan teknik simple random sampling, terpilih 32 siswa kelas VIII F sebagai kelompok eksperimen, dan 29 siswa kelas VIII G sebagai kelompok kontrol. Metode pengambilan data dilakukan dengan tes, angket skala GSE (General Self Efficacy), observasi, dan wawancara. Data dianalisis dengan uji proporsi, perhitungan rata-rata selisih pretest dan posttest serta uji Independent Sample T-test, uji Paired Sample T-test dan uji satu pihak (pihak kanan), dan deskripsi kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) kemampuan pemecahan masalah matematis siswa yang memperoleh pembelajaran PBL bernuansa etnomatematika pada materi bangun ruang sisi datar mencapai ketuntasan klasikal; (2) peningkatan kemampuan pemecahan masalah matematis siswa yang memperoleh pembelajaran PBL bernuansa etnomatematika lebih tinggi daripada peningkatan kemampuan pemecahan masalah matematis siswa yang memperoleh pembelajaran konvensional, meskipun perbedaannya tidak terlalu signifikan; (3) terdapat perbedaan yang signifikan antara self efficacy siswa sebelum dan sesudah diberikan pembelajaran PBL bernuansa etnomatematika, dimana rata-rata skor self efficacy sesudah pembelajaran lebih tinggi; (4) siswa dengan self efficacy tinggi cenderung dapat memenuhi semua indikator kemampuan pemecahan masalah matematis; (5) siswa dengan self efficacy sedang cenderung memenuhi indikator memahami masalah, menyusun rencana pemecahan masalah, dan melaksanakan rencana pemecahan masalah; (6) siswa dengan self efficacy rendah cenderung hanya memenuhi indikator memahami masalah.
Copyrights © 2020