Perkembangan teknologi pada era revolusi industri 4.0 menuntut seseorang pendidik untuk berinovasi dalam mengemas proses belajar mengajar agar lebih efisien dan menarik. Proses pembelajaran harus mengutamakan skills. Pembelajaran matematika di perguruan tinggi dituntut harus menekankan aspek-aspek kreativitas dan inovasi, berpikir kritis dan pemecahan masalah, komunikasi dan kolaborasi. Pembelajaran dan edutainment matematika menuntut dosen dan mahasiswa untuk selalu bersikap terbuka dan mengajak mahasiswa untuk melakukan pemecahan masalah berbasis teknologi. Pembelajaran harus kreatif dan inovatif. Blended Learning bisa menjadi salah satu alternatif dan strategi yang efektif khususnya untuk mengajarkan matematika di perguruan tinggi. Sebuah inovasi pembelajaran matematika dengan tujuan utamanya memberikan kesempatan bagi berbagai karakteristik agar terjadi proses belajar mandiri, berkelanjutan, belajar sepanjang hayat sehingga belajar akan menjadi efektif, lebih efisien, menarik dan menyenangkan. Rancangannya dilandasi teori belajar Behaviorisme dan Konstruktivistik kognitif dengan sfesifikasi komponen-komponennya, meliputi: 1) capaian pembelajaran, 2) peta organisasi materi, 3) daftar refrensi, 4) materi/bahan ajar, 5) aktivitas pembelajaran sinkron dan asinkron, rancangan pembelajaran asinkron, 6) rancangan pembelajaran sinkron, 7) rancang bangun pembelajaran sinkron, dan 8) alur pembelajaran sinkron.
Copyrights © 2020