Rendahnya pemahaman terhadap karakteristik siswa menjadi salah satu faktor penyebab penurunan kualitas pembelajaran. Oleh itu guru diharapkan mampu mengidentifikasi berbagai karakteristik siswa dalam pembelajaran sehingga dapat mengembangkan kemampuan berpikir kreatif matematis. Oleh karena itu artikel ini bertujuan untuk menjelaskan teori kemampuan berpikir kreatif matematis dan gaya berpikir Gregorc sehingga dapat diperoleh hubungan antara kedua teori tersebut. Metode penelitian yang digunakan adalah studi literature tentang kemampuan berpikir kreatif matematis dan gaya berpikir Gregorc. Berpikir kreatif matematis di tingkatan sekolah tidak mengharapkan karya yang luar biasa melainkan mampu menawarkan wawasan baru dalam penyelesaian permasalahan matematika dengan berlandaskan aspek kelancaran, fleksibilitas, elaborasi, dan originalitas. Gaya berpikir menjadi salah satu faktor perbedaan tingkatan berpikir kreatif. Gaya berpikir Gregorc terdiri atas Sekuensial Konkret (SK), Acak Konkret (AK), Sekuensial Abstrak (SA), dan Acak Abstrak (AA). Ciri SK antara lain: akurat, stabil, dan terorganisasi. Ciri SA adalah analitis, objektif, teliti, logis, dan sitematis. Ciri AK yaitu: sensitif, imajinatif, spontan, dan fleksibel. Ciri AA antara lain: intuitif, realistis, inovatif, dan mengikuti naluri. Berdasarkan Ciri gaya berpikir maka siswa dengan gaya berpikir AK dan AA dianggap memiliki aspek berpikir kreatif matematis.
Copyrights © 2020