Siswa SMA perlu memiliki advanced mathematical thinking. Pertumbuhannya dapat diukur melalui tahap pelevelan scaffolding guru untuk menumbuhkan advanced mathematical thinking ini. Permasalahannya: (1) Bagaimana mengidentifikasi pelevelan scaffolding oleh guru untuk menumbuhkan advanced mathematical thinking? (2) Bagaimana mendapatkan hasil analisis untuk menumbuhkan advanced mathematical thinking siswa SMA melalui solusi divergent problems berbasis pada pelevelan scaffolding guru? Metode penelitiannya dengan pendekatan kualitatif. Subjek penelitian ini adalah mengambil 6 siswa SMAN 1 Ungaran. Kegiatan penelitian: (1) melakukan identifikasi pelevelan scaffolding oleh guru SMA untuk menumbuhkan advanced mathematical thinking, (2) menganalisis pemikiran mendasar untuk menumbuhkan advanced mathematical thinking siswa SMAN 1 Ungaran melalui solusi divergent problems berbasis pada pelevelan scaffolding guru, (3) melakukan analisis solusi divergent problems berbasis pada pelevelan scaffolding guru; wawancara; analisis data; triangulasi. Hasilnya: (1) Teridentifikasi pelevelan scaffolding oleh guru untuk menumbuhkan advanced mathematical thinking. (2) Diperoleh hasil analisis tentang kemanfaatan divergent problems melalui tahap pelevelan scaffolding guru untuk menumbuhkan advanced mathematical thinking siswa SMA. Saran yang direkomendasikan: Guru SMA perlu melatih siswanya agar mampu mengerjakan soal-soal matematika divergent problems dan memberikan scaffolding.
Copyrights © 2020