Masalah pengelolaan sampah sering menjadi tantangan di setiap daerah, termasuk di Kota Bogor. Seiring dengan bertambahnya jumlah penduduk, volume sampah yang ada pun semakin meningkat. Berdasarkan catatan dari sanitasi Kota Bogor, laju timbunan sampah pemukiman mencapai 0,3 kg/orang/hari. Hal ini dapat menyebabkan penumpukan sampah di Tempat Pembuangan Sementara (TPS). Akan tetapi, dalam proses pengangkutan sampah, Dinas Lingkungan Hidup Kota Bogor memiliki beberapa keterbatasan, seperti terbatasnya tenaga pengangkut sampah, truk pengangkut sampah, dan biaya operasional. Pada penelitian ini, masalah pengangkutan sampah diformulasikan menggunakan model Vehicle Routing Problem, sedangkan untuk mencari solusi optimal digunakan perangkat lunak LINGO 11.0. Hasil pengangkutan sampah dengan biaya minimal untuk 2 kali pengangkutan adalah sebesar Rp. 10.825.907, dengan rincian Tanah Sareal sebesar 1.544.078, Bogor Timur sebesar Rp. 1.349.410, Bogor Tengah Rp. 1.814.790, Bogor Utara sebesar Rp. 2.174.047, Bogor Barat sebesar 1.490.580, dan Bogor Selatan sebesar Rp 2.453.002.
Copyrights © 2020