Kemampuan pemecahan masalah siswa Indonesia masih rendah. Salah satu strategi yang akan diterapkan pada kemampuan pemecahan masalah di penelitian ini adalah strategi pemodelan matematika dengan mengidentifikasi besaran, menentukan hukum yang mengendalikan, menentukan solusi model, dan menginterpretasikannya menjadi solusi masalah melalui Model Eliciting Activities (MEAs) sehingga tercipta self-concept matematis siswa yang tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk menguji efektivitas kemampuan pemecahan masalah dengan strategi pemodelan matematika pada MEAs dan mendeskripsikan kemampuan pemecahan masalah berdasarkan self-concept matematis. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dilanjutkan deskriptif dengan variabel penelitian yaitu kemampuan pemecahan masalah dan self-concept matematis. Data diambil dengan dokumentasi, tes, angket, dan wawancara, selanjutnya diolah dengan uji ketuntasan klasikal, uji t, uji proporsi, dan uji regresi linear. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) kemampuan pemecahan masalah dengan strategi pemodelan matematika pada Model Eliciting Activities mencapai ketuntasan klasikal; (2) kemampuan pemecahan masalah dengan strategi pemodelan matematika pada Model Eliciting Activities lebih baik dibandingkan dengan pada model pembelajaran konvensional; (3) self-concept matematis siswa berpengaruh positif terhadap kemampuan pemecahan masalah sebesar 31,2 %; (4) dua subjek kategori self-concept matematis tinggi masing-masing memiliki kemampuan pemecahan masalah tinggi dan rendah, dua subjek kategori self-concept matematis sedang dan rendah berturut-turut memiliki kemampuan pemecahan masalah sedang dan rendah.
Copyrights © 2020