Abad 21 diketahui sebagai masa pengetahuan dengan percepatan pengetahuan yang luar biasa. Guna memenuhinya, maka siswa dapat dikembangkan kemampuan kreatif, kritis, dan komunikasi. Penelitian ini bertujuan untuk menkaji kategori dan keberagaman/tahapan berpikir kreatif, kritis, dan komunikasi matematika dalam model pembelajaran kolaboratif tipe Academic-Constructive Controversy (AC) dalam materi segiempat. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif. Penelitian dilakukan di SMP Negeri 1 dengan data dikumpulkan melalui observasi, dokumentasi, dan wawancara. Subjek wawancara terdiri dari 6 orang siswa masing-masing 2 dari setiap kategori. Adanya perbedaan karakteristik kemampuan berpikir kreatif siswa dengan kategori tinggi, sedang, dan rendah. Perbedaan paling terlihat pada indikator originality dimana siswa kategori tinggi mengindikasikan mampu mengungkapkan hasil pemikirannya sendiri untuk menyelesaikan masalah yang pada kategori lain belum muncul. Perbedaan karateristik juga terlihat pada kemampuan berpikir kritis siswa kategori tinggi, sedang dan rendah yang terlihat pada tahapan kritis yang dilalui siswa. Siswa kategori tinggi mengindikasikan melewati seluruh tahapan, kategori sedang cenderung melewatkan 2 atau 3 tahapan, serta kategori rendah cenderung hanya melewati 2 tahap terakhir. Perbedaan karakteristik juga tampak dalam kemampuan komunikasi siswa kategori tinggi, sedang, dan tinggi. Siswa kategori tinggi mengindikasikan memiliki kemampuan yang lebih dalam mengungkapkan permasalahan dalam kehidupan nyata ke dalam bahasa atau ide matematika dibandingkan dengan kategori yang lain.
Copyrights © 2020