Pada penelitian ini, mengkaji tentang pembelajaran DAPIC-Problem-Solving pendekatan PMRI berbantuan schoology berkualitas dan dapat meningkatkan literasi matematika, kemandirian belajar berpengaruh terhadap literasi matematika siswa pada pembelajaran DAPIC-Problem-Solving pendekatan PMRI berbantuan schoology, dan deskripsi kemampuan literasi matematika ditinjau dari kemandirian belajar siswa pada pembelajaran DAPIC-Problem-Solving pendekatan PMRI berbantuan schoology. Materi yang dikaji pada penelitian ini adalah aritmetika social. Populasi penelitian adalah siswa kelas VII pada salah satu SMP Negeri di Kota Semarang. Teknik pengambilan sampel dengan menggunakan random sampling dan penentuan subjek dengan teknik purposive sampling. Subjek pada penelitian ini yaitu dua siswa pada masing-masing kelompok siswa dengan kemandirian belajar tinggi, sedang, dan rendah. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) pembelajaran DAPIC-Problem-Solving pendekatan PMRI berbantuan schoology berkualitas dan dapat meningkatkan literasi matematika, yang ditunjukkan dengan perencanaan/persiapan pembelajaran, pelaksanaan pembelajaran, dan evaluasi pembelajaran memenuhi kriteria sangat baik; (2) kemandirian belajar berpengaruh terhadap literasi matematika siswa pada pembelajaran DAPIC-Problem-Solving pendekatan PMRI berbantuan schoology sebesar 55,3%; dan (3) kemampuan literasi matematika pada siswa dengan kemandirian belajar tinggi, menonjol pada komponen communication dan using mathematics tools; kemampuan literasi matematika pada siswa dengan kemandirian belajar sedang, menonjol pada komponen communication, representations, dan using mathematics tools; dan kemampuan literasi matematika pada siswa dengan kemandirian belajar rendah, menonjol pada komponen communication, representations, using symbolic, formal and technical language operation, dan using mathematics tools.
Copyrights © 2020