Capaian pendidikan perempuan selalu berada di bawah capaian pendidikan laki-laki. Rata-rata lama sekolah sebagai indikator capaian pendidikan menunjukkan bahwa rata-rata lama sekolah perempuan selalu lebih kecil dari rata-rata lama sekolah laki-laki. Rata-rata lama sekolah perempuan baru mencapai 7 tahun sedangkan laki-laki sudah mencapai 8 tahun. Kesenjangan gender dalam capaian pendidikan akan menghasilkan kualitas sumber daya manusia perempuan yang rendah. Oleh karena itu, penelitian ini dilakukan untuk menganalisis determinan capaian pendidikan perempuan di Indonesia tahun 2016-2019. Metode analisis yang digunakan adalah model regresi data panel. Random effect model terpilih sebagai model terbaik untuk mengestimasi data yang digunakan. Hasil dari pengolahan data menunjukan bahwa semakin besar proporsi pernikahan dini pada perempuan dan semakin banyak jumlah penduduk miskin, maka akan menurunkan capaian pendidikan perempuan di Indonesia. Sementara itu, ketika angka melanjutkan ke jenjang Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan Sekolah Menengah Atas (SMA)/Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) semakin tinggi, maka capaian pendidikan perempuan di Indonesia akan semakin tinggi. Dari hasil penelitian ini, dapat diambil kesimpulan bahwa capaian pendidikan perempuan dapat ditingkatkan dengan mencegah pernikahan dini pada perempuan, memperluas program pengentasan kemiskinan pada masyarakat, dan meningkatkan kapasitas penerimaan siswa pada jenjang SMP dan SMA/SMK. Langkah tersebut perlu dilakukan agar kesenjangan gender dalam capaian pendidikan dapat teratasi.
Copyrights © 2021