Tujuan penelitian pada artikel ini yaitu untuk mendeskripsikan kemampuan berpikir abstraksi matematis mahasiswa pada mata kuliah statistika matematika ditinjau berdasarkan gaya belajar. Jenis penelitian adalah penelitian kualitatif deskriptif. Melibatkan mahasiswa pendidikan matematika di Universitas Indraprasta PGRI Jakarta sebagai subjek penelitian yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Dokumen tes kemampuan berpikir abstraksi matematis, angket gaya belajar, pedoman wawancara, lembar observasi dan peneliti merupakan instrument yang digunakan. Teknik pengumpulan data menggunakan metode triangulasi, sedangkan teknik analisis datanya menggunakan Model Miled dan Huberman. Hasil penelitian adalah subjek yang memiliki kecendrungan gaya belajar visual memiliki kemampuan abstraksi yang lebih baik dibanding dengan yang memiliki kecendrungan gaya belajar auditorial dan kinestetik. Berdasarkan empat indikator kemampuan berpikir abstraksi matematis, didapatkan hasil bahwa secara keseluruhan tipe gaya belajar, dalam menyelesaikan soal berpikir abstraksi matematis pada mata kuliah statistika matematika, mahasiswa lebih banyak mengalami kesulitan pada indikator identifikasi karakteristik objek yang dimanipulasi atau diimajinasikan’ serta ‘mempresentasikan gagasan matematika dalam bahasa dan simbol, dibandingkan indikator ‘pembentukan konsep matematika terkait konsep lain’ dan ‘membuat hubungan antar proses atau konsep untuk suatu pengertian.
Copyrights © 2021