Bahan ajar adalah sumber belajar yang mempunyai peranan penting dalam menunjang suatu proses pembelajaran. Dalam penyusunan bahan ajar, guru dituntut untuk dapat menyusun bahan ajar yang inovatif dan kreatif. Namun dalam kenyataannya, masih terdapat banyak guru yang menggunakan bahan ajar konvensional sehingga bahan ajar tersebut monoton, tidak kontekstual, dan tidak sesuai dengan kebutuhan peserta didik. Hal ini dapat menyebabkan peserta didik merasa bosan dan proses pembelajaran menjadi tidak efektif dan tidak efisien. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, dapat digunakan bahan ajar berbasis kontekstual. Bahan ajar berbasis kontekstual dapat meningkatkan kemampuan berpikir kritis peserta didik. Hal ini dikarenakan komponen utama pembelajaran kontekstual sangat sinkron dalam upaya memunculkan kemampuan berpikir kritis peserta didik terutama dalam komponen bertanya, menemukan, dan refleksi. Dengan demikian penerapan pembelajaran kontekstual dalam bahan ajar dapat memfasilitasi peserta didik untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritisnya. Kemampuan berpikir kritis juga dapat ditingkatkan melalui proses pembelajaran preprospec berbantuan Teknologi Informasi dan Komunikasi. Penulisan artikel ini bertujuan untuk memaparkan bagaimana pengembangan bahan ajar berbasis kontekstual materi aritmetika sosial dapat meningkatkan kemampuan berpikir kritis matematis pada pembelajaran preprospec berbantuan Teknologi Informasi dan Komunikasi. Hasil pembahasan menunjukkan bahwa pengembangan bahan ajar berbasis kontekstual materi aritmetika sosial dapat meningkatkan kemampuan berpikir kritis peserta didik pada pembelajaran preprospec berbantuan Teknologi Informasi dan Komunikasi.
Copyrights © 2021