Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui manakah model yang lebih efektif pada kemampuan penalaran siswa antara Accelerated Learning Cycleatau Konvensional dilihat dari kemampuan Spasialnya. Penelitian ini menggunakan teknik penelitian eksperimental semu. Data dianalisis dengan menggunakan analisis variansi dua jalan sel tak sama. Pada penelitian ini diperoleh kesimpulan bahwa: (1) model Accelerated Learning Cycle (ALC) dan konvensional memberikan kemampuan penalaran matematis yang sama efektifnya, (2) siswa berkemampuan spasial tinggi mempunyai kemampuan penalaran matematis yang lebih baik dari siswa berkemampuan spasial sedang dan rendah, dan siswa berkemampuan spasial sedang mempunyai kemampuan penalaran matematis yang sama baik dengan siswa yang berkemampuan spasial rendah, (3) pada masing-masing penggunaan model pembelajaran, siswa berkemampuan spasial tinggi mempunyai kemampuan penalaran matematis yang lebih baik dari siswa berkemampuan spasial sedang dan rendah, dan siswa berkemampuan spasial sedang mempunyai kemampuan penalaran matematis yang sama baik dengan siswa yang berkemampuan spasial rendah,(4) siswa dengan kemampuan spasial tinggi memiliki penalaran matematis yang lebih baik dari siswa dengan kemampuan spasial sedang dan rendah, siswa dengan kemampuan spasial sedang memiliki penalaran matematis yang lebih baik dari siswa dengan kemampuan spasial rendah.
Copyrights © 2021