Kemampuan berpikir kreatif memiliki posisi penting bagi siswa pada pembelajaran matematika. Salah satu variabel yang mendorong kemampuan berpikir kreatif adalah gaya belajar. Untuk melatih kemampuan berpikir kreatif diperlukan suatu inovasi dalam pembelajaran yaitu melalui model pembelajaran Problem Posing berbasis Open-Ended Problem. Penelitian ini bertujuan untuk menguji ketuntasan klasikal kemampuan siswa pada aspek berpikir kreatif, menguji adanya peningkatan kemampuan siswa pada aspek berpikir kreatif, dan mendeskripsikan kemampuan siswa pada aspek berpikir kreatif ditinjau dari gaya belajar. Penelitian ini merupakan penelitian concurrent embedded. Sampel penelitian yaitu siswa kelas VII A SMP Miftahul Huda dan dipilih 6 siswa sebagai subjek penelitian. Teknik pengumpulan data dengan tes, angket, dan wawancara. Hasil penelitian menyimpulkan kemampuan berpikir kreatif mencapai ketuntasan klasikal; ada peningkatan kemampuan berpikir kreatif pada pembelajaran Problem Posing berbasis Open-Ended Problem dengan hasil uji n-gain sebesar 0,47 (kategori sedang); dan kemampuan berpikir kreatif siswa dengan gaya belajar visual menempati tingkat kemampuan berpikir kreatif tingkat 4 (sangat kreatif) dan tingkat 3 (kreatif), siswa dengan gaya belajar auditorial menempati tingkat kemampuan berpikir kreatif tingkat 4 (sangat kreatif) dan tingkat 3 (kreatif), serta siswa dengan gaya belajar kinestetik memenuhi tingkat kemampuan berpikir kreatif tingkat 3 (kreatif) dan tingkat 2 (cukup kreatif).
Copyrights © 2021