Kemampuan berpikir kritis menjadi salah satu kemampuan yang harus dimiliki siswa di abad 21 ini. Penelitian ini bertujuan (1) mengetahui keefektifan model pembelajaran discovery dengan fast feedback dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis; dan (2) mendeskripsikan kemampuan berpikir kritis siswa ditinjau dari adversity quotient. Metode dan desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah mix method dengan sequential explanatory. Populasi dari penelitian ini adalah siswa kelas VII di salah satu sekolah menengah pertama di Kota Semarang. Pengambilan sampel untuk kelas eksperimen dan kelas kontrol dengan cluster random sampling, dan pemilihan subjek penelitian menggunakan teknik purposive sampling . Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran discovery dengan fast feedback dikatakan efektif pada pencapaia kemampuan berpikir kritis siswa. Deskripsi kemampuan berpikir kritis subjek berdasarkan adversity quotient diperoleh bahwa (1) subjek climbers dapat menguasai empat indikator berpikir kritis yaitu interpretasi, analisis, inferensi, dan evaluasi; (2) subjek campers-climbers dapat menguasai dua indikator berpikir kritis yaitu analisis dan inferensi, dan cukup menguasai indikator interpretasi dan evaluasi; dan (3) subjek campers cukup menguasai dua indikator berpikir kritis yaitu inferensi dan evaluasi, dan belum menguasai indikator interpretasi dan analisis.
Copyrights © 2021