Kemiskinan mendefinisikan suatu kondisi dimana ketidakmampuan untuk memenuhi kelangsungan hidup minimum. Kemiskinan merupakan persoalan multi dimensi, dan merupakan suatu persoalan yang dihadapi di banyak negara berkembang. Di Indonesia pada tiap daerahnya memiliki data kemiskinan yang berbeda, salah satunya adalah Jawa Tengah. Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan presentase kemiskinan di Jawa Tengah sebesar 10,8% dari jumlah penduduk. Pada penelitian ini digunakan beberapa variabel diantaranya garis kemiskinan, jumlah penduduk miskin, jumlah keluarga pra sejahtera dan pengeluaran perkapita. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan pengklasteran kemiskinan di Jawa Tengah dengan metode K-Means dan Average Linkage. Evaluasi metode dilakukan dengan membandingkan nilai Silhouette Coefficient masing-masing metode. Berdasarkan hasil penelitian, jumlah klaster terbaik yang dihasilkan adalah sebanyak 2 klaster, dengan nilai Silhouette Coefficient yang diperoleh menggunakan metode Average Linkage adalah 0,35, sedangkan dengan metode K-Means adalah sebesar 0,2. Dengan demikian, model terbaik yang diperoleh untuk pengklasteran kemiskinan di Jawa Tengah adalah dengan metode Average Linkage dengan nilai Silhouette Coefficient yang lebih tinggi dibandingkan metode K-Means yaitu 0,35.
Copyrights © 2021