Pelaksanaan pembelajaran jarak jauh maupun hybrid selama New Normal menjadi tantangan tersendiri bagi Guru SMP Negeri 41 Semarang. Capaian pembelajaran harus terpenuhi dengan segala keterbasan yang ada. Kebijakan implementasi Kurikulum Merdeka menjadi permasalahan lain dalam melaksanakan pembelajaran. Guru perlu memikirkan model pembelajaran yang tepat dan cocok dengan metode Cased-Method dan Team-based Project. Hal ini menimbulkan masalah tersendiri mengingat literasi guru terhadap model pembelajaran yang inovatif masih minim. Participatory Action Research dilakukan melalui kegiatan penguatan literasi sebagai alternatif solusi terhadap masalah tersebut. Kegiatan telah terlaksana di SMP Negeri 41 Semarang pada 5 Juli 2021 dengan topik implementasi model Challenge based Learning (CBL). CBL sebagai salah satu model inovatif dapat diintegrasikan baik untuk Cased-Method atau Team-based Project. Hasil dari kegiatan tersebut, literasi guru terhadap implementasi model CBL meningkat dengan skor n-gain sebesar 0,42. Hasil angket kepuasan kegiatan menunjukkan skor akhir 3,27. Hasil tersebut menunjukkan bahwa implementasi model CBL memberikan pengalaman yang berharga dalam rangka menguatkan literasi guru. Pengembangan atas kegiatan serupa perlu dilaksanakan sebagai bentuk tanggung jawab akademisi dalam menyelesaikan permasalahan pendidikan. Focus Group Discussion dapat dilakukan untuk mengidentifikasi permasalahan di lapangan dan pencarian solusi atas masalah tersebut. Dengan demikian, permasalahan terkait pembelajaran selama New Normal dapat teratas dengan baik.
Copyrights © 2023