Indikator untuk mengukur perkembangan suatu negara salah satunya adalah inflasi. Jika inflasi tidak dikendalikan, maka akan memiliki banyak efek negatif pada masyarakat. Untuk memprediksi tingkat inflasi di masa depan, peramalan itu penting. Peramalan adalah tindakan memprediksi kejadian di masa depan berdasarkan data masa lampau. Pada artikel ini metode yang digunakan untuk memprediksi laju inflasi yaitu metode hybrid ARIMA-ANFIS. Model ARIMA cukup fleksibel karena dapat mewakili time series tertentu namun ARIMA mengasumsikan linearitas model. Metode hybrid yang menggabungkan model ARIMA dan ANFIS dibandingkan dengan menggunakan satu metode menjadi cara yang efektif untuk meningkatkan akurasi peramalan. Berdasarkan hasil analisis pada data IHK Jawa Tengah tahun 2014-2021, model ARIMA (3,2,0) menghasilkan nilai RMSE sebesar 3,8825 sedangkan metode ARIMA-ANFIS menghasilkan nilai RMSE sebesar 0,004656. Oleh karena itu, dengan nilai RMSE yang lebih rendah disimpulkan bahwa model hybrid ARIMA-ANFIS merupakan model yang lebih baik dibandingkan model ARIMA saja.
Copyrights © 2023