Indonesian Journal of Obstetrics & Gynecology Science
Volume 6 Nomor 2 Juli 2023

Perbandingan Kadar Reactive Oxygen Species (ROS) sebagai Penanda Stres Oksidatif pada Ibu Hamil Dengan dan Tanpa Vaginosis Bakterial

Dwicky Limbersia Aries (Hasanuddin University)
Maisuri T. Chalid (Departemen Obstetri dan Ginekologi, Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin, Indonesia)
Rina Previana Amiruddin (Departemen Obstetri dan Ginekologi, Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin, Indonesia)
Rizalinda Sjahril (Departemen Mikrobiologi Klinik, Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin, Indonesia)
Efendi Lukas (Departemen Obstetri dan Ginekologi, Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin, Indonesia)
Susiawaty Mustafa (1Departemen Obstetri dan Ginekologi, Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin, Indonesia)



Article Info

Publish Date
17 Jul 2023

Abstract

Tujuan: Menganalisis perbandingan antara kadar reactive oxygen species pada ibu hamil dengan dan tanpa vaginosis bakterial.Metode: Penelitian cross sectional dilakukan pada ibu hamil yang datang berobat ke Poliklinik RSUP Dr. Wahidin Sudirohusodo, Rumah Sakit jejaring serta Puskesmas di Makassar, Indonesia, pada Juli 2021 sampai Juli 2022. Pengambilan sampel dilakukan dengan consecutive sampling. Subjek penelitian dengan dan tanpa vaginosis bakterial dikelompokkan berdasarkan hasil dari kriteria Amsel kemudianĀ  kadar reactive oxygen species diukur dengan ROS ELISA Kit. Data dianalisis dengan uji chi-square, uji Mann-Whitney dan uji Kruskal Wallis.Hasil: Diperoleh 85 subyek penelitian yang terdiri dari 41 ibu hamil dengan vaginosis bakterial positif dan 44 ibu hamil dengan vaginosis bakterial negatif. Ibu hamil dengan vaginosis bakterial positif mempunyai kadar reactive oxygen species lebih rendah dibandingkan ibu hamil dengan vaginosis bakterial negatif (p=0.001*). Faktor lain yang berhubungan signifikan dengan kadar reactive oxygen species adalah lama keputihan >1 bulan. Umur, paritas, status gizi, diet fast food dan usia kehamilan tidak berhubungan signifikan dengan kadar reactive oxygen species (p>0,05).Kesimpulan: Kadar reactive oxygen species pada ibu hamil dengan vaginosis bakterial lebih rendah dari pada ibu hamil tanpa vaginosis bakterial. Diperlukan studi lanjut dengan skala penelitian yang lebih besar dengan lebih mengendalikan faktor-faktor yang dapat memengaruhi bias penelitian serta penelitian lebih lanjut mengenai kadar ROS dengan pendekatan sampel cairan vaginaComparison of Reactive Oxygen Species (ROS) Levels as Marker Of Oxidative Stress in Pregnant Women With and Without Bacterial VaginosisAbstractObjective: To analyze the comparison between levels of reactive oxygen species in pregnant women with and without bacterial vaginosis. Method: This study used a cross-sectional method that was conducted on pregnant women who came for treatment at Dr. Wahidin Sudirohusodo Hospital Polyclinic, a network hospital and public health center in Makassar, Indonesia, in July 2021-July 2022. Sampling was carried out using consecutive sampling. Research subjects with and without bacterial vaginosis were grouped based on the results of Amsel criteria and then ROS levels were measured by ROS ELISA kit. Data were analyzed by chi-square test, Mann-Whitney test, and Kruskal Wallis test. Results: There were 85 research subjects consisting of 41 pregnant women with positive bacterial vaginosis and 44 pregnant women with negative bacterial vaginosis. Pregnant women with positive bacterial vaginosis had lower levels of reactive oxygen species than pregnant women with negative bacterial vaginosis (p=0.001*). Another factor significantly related to reactive oxygen species levelsĀ  is vaginal discharge for > 1 month. Age, parity, nutritional status, fast food diet, and gestational age were not significantly related to levels of reactive oxygen species (p>0.05).Conclusion: The level of reactive oxygen species in pregnant women with bacterial vaginosis is lower than in pregnant women without bacterial vaginosis. Further studies are needed with a larger research scale with better control over factors that can influence research bias and further research on ROS levels with a vaginal fluid sample approach.Key words: bacterial vaginosis, pregnant women, reactive oxygen species

Copyrights © 2023






Journal Info

Abbrev

obgynia

Publisher

Subject

Health Professions Public Health

Description

OBGYNIA (Indonesian Journal of Obstetrics & Gynecology Science ) adalah jurnal dalam bidang ilmu Obstetri & Ginekologi yang diterbitkan resmi oleh Departemen Obstetri & Ginekologi Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran. OBGYNIA menerbitkan artikel penelitian tentang kemajuan ilmiah, manajemen ...