Pemanfaatan buah lokal di Indonesia salah satunya sebagai sumber bioetanaol karena kandungan pati yang besar. Pada pembuatannya terdapat proses hidrolisis yang dihasilkan oleh yeast (khamir). Kekurangan pada khamir ialah memiliki toleransi terbatas terhadap etanol dan juga tidak tahan terhadap suhu diatas 40ËšC. Penelitian ini bertujuan memperoleh isolat khamir penghasil etanol yang memiliki toleransi tinggi terhadap etanol dan suhu. Penelitian ini melalui beberapa tahap yakni isolasi khamir, uji thermotolerant, uji ethanol tolerant, kemudian uji kadar alkohol dengan Gas Cromatography, uji morfologi koloni dan sel, pembuatan inokulum, dan pembuatan kurva pertumbuhan khamir. Hasil penelitian menunjukkan bahwa isolat B01 (Kenitu) dan B14 (Coklat) diduga genus Candida sp. Sedangkan isolat B02 (Pisang) dan B03 (Pepaya) diduga genus Saccharomyces sp. Pada uji ethanol toleran isolat B01, B02, B14,dan B03 memiliki toleransi yang baik terhadap etanol 14%, dan pada isolat B01 dan B14 masih dapat toleran pada konsentrasi 15%. Sedangkan pada uji thermotolerant semua sampel bertahan hingga suhu 48ËšC. Untuk kemampuan dalam produksi etanol isolat B01 sebesar 2,41 % (b/v) pada jam ke-48, B02 sebesar 2,54 % (b/v) pada jam ke-48, B14 sebesar 2,63 % (b/v) pada jam ke-48, dan B03 sebesar 3,07 % (b/v) pada jam ke-48.Â
Copyrights © 2020