Jati (Tectona grandis L. f.) merupakan jenis kayu dengan corak yang unik, elegan, kuat, awet, stabil, dan mudah dikerjakan. Kelebihan jati tersebut sulit ditemui, yang ada kayu jati muda (umur 5-7 tahun) yang berserat besar, tekstur permukaan bergelombang dan warna cenderung putih, serta kandungan minyaknya masih sedikit sehingga tidak tahan terhadap serangan rayap. Ada tiga macam teknologi peningkatan mutu kayu, yaitu memadatkan (thermal densification), memasukkan monomer kimiawi (impregnation) dan kombinasi keduanya (compregnation). Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif yang bertujuan untuk mengetahui nilai berat jenis, pengaruh variasi konsentrasi NaOH 0,75%; 1,50%; dan 3,00% dengan tanpa konsentrasi NaOH terhadap nilai uji kuat lentur kayu, serta nilai uji kuat tekan sejajar arah serat. Hasil analisis didapat bahwa berat jenis rataan memiliki nilai 0,580 gr/cm3 dan masuk dalam kategori kelas kuat kayu III. Hasil dari uji kuat lentur untuk konsentrasi NaOH 0,75% memiliki nilai kuat lentur lebih tinggi (68,49 Mpa) dibandingkan benda uji tanpa kandungan NaOH (64,16 Mpa) atau naik 6,34%. Kemudian dari uji kuat tekan sejajar arah serat untuk konsentrasi NaOH 1,50% memiliki nilai kuat lentur lebih tinggi (36,32 Mpa) dibandingkan benda uji tanpa kandungan NaOH (31,73 Mpa) atau naik 12,44%.
Copyrights © 2023